Terminal Terpadu Cicaheum Tema: Eco - Culture “Rancangan Terminal Bus Cicaheum dengan Penggunaan Bambu sebagai Unsur Alam dan Budaya”
Saat ini pertambahan kepadatan penduduk di Kota Bandung sudah mulai tinggi sehingga diperlukan fasilitas transportasi yang memadai, salah satunya fasilitas di Terminal Bus Terpadu Cicaheum yang menjadi salah satu gerbang masuk Kota Badung yang harus memiliki identitas lokal. Pertambahan kepadatan penduduk pun berdampak pada eksploitasi material dalam pembangunan gedung yang mejadi salah satu faktor kerusakan tanah dan kondisi iklim di Kota Bandung. Oleh karena itu, dibutuhkan desain bangunan terminal yang efisien dan nyaman bagi para penggunanya dan juga bagi lingkungannya. Disisi lain nilai budaya juga diterapkan pada desain sebagai identitas bangunan, sehingga muncul ide penggunaan material bambu pada Struktur Atap dan penggunaan non struktur sebagai unsur alam dan budaya yang menunjang tema perancangan Eco-Culture, mengingat bahwa material bambu merupakan material bangunan yang ramah lingkungan, mudah di dapat, tidak bersifat polutif, serta menjadi material yang identik dengan kebudayaan Sunda
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).Terminal Terpadu Cicaheum Tema: Eco - Culture “Rancangan Terminal Bus Cicaheum dengan Penggunaan Bambu sebagai Unsur Alam dan Budaya” ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.Terminal Terpadu Cicaheum Tema: Eco - Culture “Rancangan Terminal Bus Cicaheum dengan Penggunaan Bambu sebagai Unsur Alam dan Budaya” ().Arsitektur:FTSP,2018.Text
MLA Style
.Terminal Terpadu Cicaheum Tema: Eco - Culture “Rancangan Terminal Bus Cicaheum dengan Penggunaan Bambu sebagai Unsur Alam dan Budaya” ().Arsitektur:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.Terminal Terpadu Cicaheum Tema: Eco - Culture “Rancangan Terminal Bus Cicaheum dengan Penggunaan Bambu sebagai Unsur Alam dan Budaya” ().Arsitektur:FTSP,2018.Text