KIARACONDONG ECO-STATION Tema: “PENERAPAN PRINSIP ILMU EKOLOGI TERHADAP PERANCANGAN STASIUN KERETA API”
Stasiun Kiaracondong adalah stasiun kereta api kelas besar kedua di Kota Bandung. Ekologis sendiri dipilih karena salah satu permasalahan kota bandung yaitu kurangnya resapan air. Selain itu latar belakang pemilihan lokasi pun menentukan dipilihnya tema perancangan, khususnya permasalahan yang ada pada kawasan. Alasan proyek diadakan yaitu karena tumpuan pertumbuhan wilayah (Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung 2011-2031). Desain kota yang dinilai paling cocok dengan pola polisentrik adalah Transit Oriented Development (TOD). Metode pendekatan yang dilakukan yaitu dengan melaksanakan persiapan studi, pengkajian awal, pengidentifikasian masalah, penentuan lingkup studi, peninjauan lapangan, analisis pembahasan, serta kesimpulan. Adapun konsep perancangan yang digunakan adalah konsep esensi. Proyek ini bertujuan untuk membangun sebuah bangunan pelayanan publik bidang transportasi, dalam wujud stasiun kereta api yang menerapkan prinsip ilmu ekologi (fluctuation, stratification, & interdependence) dan meminimalisir dampak kerusakan lingkungan. Perwujudan dari hal tersebut yaitu menciptakan bangunan stasiun kereta api yang menerapkan prinsip Eco Building. Aspek utama yang diterapkan adalah konservasi air serta bangunan dan tapak yang memiliki banyak penghijauan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).KIARACONDONG ECO-STATION Tema: “PENERAPAN PRINSIP ILMU EKOLOGI TERHADAP PERANCANGAN STASIUN KERETA API” ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.KIARACONDONG ECO-STATION Tema: “PENERAPAN PRINSIP ILMU EKOLOGI TERHADAP PERANCANGAN STASIUN KERETA API” ().Arsitektur:FTSP,2018.Text
MLA Style
.KIARACONDONG ECO-STATION Tema: “PENERAPAN PRINSIP ILMU EKOLOGI TERHADAP PERANCANGAN STASIUN KERETA API” ().Arsitektur:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.KIARACONDONG ECO-STATION Tema: “PENERAPAN PRINSIP ILMU EKOLOGI TERHADAP PERANCANGAN STASIUN KERETA API” ().Arsitektur:FTSP,2018.Text