// <![CDATA[Arsitektur Hibrid:]]> Eggi Septianto ST.,MT Dosen Pembimbing 2 0410087102 - Nur Laela Latifah ST, MT Dosen Pembimbing 1 Ading Amirul Haji / 21 2014 238 Penulis
Bandung adalah kota metropolitan yang memiliki kepadatan bangunan, lahan dan penduduk, namun tidak semuanya dioptimalkan dan dimanfaatkan sepenuhnya. Pembangunan lahan baru di Bandung terus melonjak karena dianggap kurangnya jumlah fasilitas di perkotaan. Salah satu solusi untuk menjadikan Bandung sebagai kota kepadatan tinggi dengan konsep berkelanjutan adalah memanfaatkan bangunan atau fasilitas umum yang telah ada. Salah satu fasilitas umum di Kota Bandung yang sangat padat dalam aktivitas dan mobilitas adalah terminal bus dan pasar Cicaheum. Terminal bus ini diklasifikasikan sebagai terminal tipe B, salah satu terminal bus utama di Bandung, melayani dalam kota, dan antarkota. Situasi terminal bus dan pasar Cicaheum yang ada saat ini masih belum memadai dan tidak mampu mengakomodasi kepadatan dengan baik, oleh karena itu, terminal bus dan pasar Cicaheum membutuhkan perbaikan fasilitas dan harus dirancang ulang, sehingga dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Terminal bus dan pasar Cicaheum menggunakan tema arsitektur hibrid dalam arti persilangan, penggabungan dan pencampuran dua fungsi yang berbeda menjadi satu kesatua, sehingga terdapat solusi desain dengan penerapan creativeprogramming pada zooning bangunan.