// <![CDATA[ELEVATED WALKWAY TRAIN STATION (KIARACONDONG) Tema:]]> 0411046402 - I Putu Widjaja Thomas Brunner, Ir, MM. Dosen Pembimbing 2 0405017003 - Ardhiana Muhsin ST.,MT. Dosen Pembimbing 1 Cindy Riska Monika / 21.2014.028 Penulis
Struktur ruang Kota Bandung dalam Rencana Tata Ruang Wilayah 2011-2031 diarahkan pada pola polisentrik yang didukung dengan konsep TOD (Transit Oriented Development). Transit Oriented Development (TOD) didefinisikan sebagai sebuah kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi dengan tata guna lahan campuran (mixed use) yang terdiri dari perumahan, tempat bekerja, perbelanjaan, dan fasilitas sosial yang berlokasi „dekat‟ atau mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari pusat transit (terminal bus dan/atau stasiun kereta api). Menarik untuk mengkaji tema Walkability yang dapat menunjang aksesibilitas pengguna dengan menerapkan konsep elevated walkway untuk menciptakan kawasan yang layak huni. Oleh sebab itu, Stasiun Kereta Api Kiaracondong cocok sebagai sebuah sebagai kasus karena kawasan tersebut merupakan kawasan TOD yang juga dihuni oleh penduduk yang padat. Melalui analisis site, kuantitatif, dan kualitatif untuk me-redesain Stasiun Kereta Api Kiaracondong ini diharapkan dapat memecahkan masalah pada bangunan sebelumnya. Dengan tema yang diambil bangunan ini memiliki perencanaan yang lebih dari segi aksesibilitas yang dirasa penting pada bangunan transportasi.