// <![CDATA[PENERAPAN ARSITEKTUR KONTRAS PADA REVITALISASI STASIUN BANDUNG Tema :]]> 0405075701 - Meta Riany, Ir, M.T. Dosen Pembimbing 1 0411086002 - Shirley Wahadamaputera, Ir ., MT Dosen Pembimbing 2 Athiyyah Fitri Islamiyah / 21.2014.117 Penulis
Stasiun tidak hanya sebagai tempat pemberhentian kereta dan naik turunnya penumpang kereta api, namun juga tempat penumpang untuk menunggu kereta api yang akan datang. Sampai saat ini kereta api masih menjadi transportasi pilihan utama bagi masyarakat untuk berpergian atau datang ke Kota Bandung. Maka, dibutuhkan ruang yang mudah dimengerti oleh penumpang dan dapat dijangkau dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini bertujuan agar perpindahan penumpang dari stasiun menuju kereta api maupun sebaliknya dapat terlayani dengan cepat. Karena stasiun adalah salah satu pintu utama bagi para pendatang dari berbagai kota yang datang ke kota Bandung, maka stasiun merupakan hal yang penting dalam hal pembangunan insfrastruktur sebuah kota sebagai sarana aktifitas masyarakat kota. Oleh karena itu tema yang diterapkan adalah “Arsitektur Kontras”, karena bangunan stasiun selatan merupakan bangunan konservasi, maka tema kontras akan diterapkan pada bangunan stasiun utara sebagai refleksi dari bangunan konservasi stasiun selatan. Stasiun ini dirancang sebagai fasilitas penunjang bagi penumpang kereta api dengan disediakannya kawasan retail komersil bagi para penumpang kereta api maupun masyarakat sekitar.