// <![CDATA[INTEGRASI STASIUN UTARA DAN SELATAN BANDUNG Tema :]]> 0411046402 - I Putu Widjaja Thomas Brunner, Ir, MM. Dosen Pembimbing 1 0405017003 - Ardhiana Muhsin ST.,MT. Dosen Pembimbing 2 Muhammad Maulana Yusup / 21 2014 196 Penulis
Stasiun Kereta Api Bandung adalah sarana transportasi kereta api yang paling besar di Jawa Barat khususnya di Kota Bandung. Stasiun ini sudah ada sejak tahun 1884 dari jaman penjajahan kolonial Belanda dan masih beroperasi sampai sekarang, dimana sudah banyak sekali perubahan pada stasiun KA Bandung tersebut, dimulai dari perubahan kepengurusan, perubahan kepemilikan, perubahan gedung mulai dari fungsi ruang gedung dan penambahan gedung, lalu perubahan fungsi tata guna lahan pada sekitar area stasiun KA Bandung dan lainnya. Sejalan dengan banyaknya perubahan yang dilakukan sampai sekarang dan dengan pertumbuhan Kota Bandung yang sangat cepat meningkat maka dirasa performa Stasiun KA Bandung harus ditingkatkan kualitas fungsi pelayanan dan fasilitasnya agar dapat menunjang aktivitas warga dan wisatawan yang ingin berkunjung ke Bandung. Pada perancangan stasiun kereta api Bandung tema yang diangkat yaitu stasiun terpadu kontemporer dimana memanfaatkan kondisi lahan dengan aktifitas yang heterogen dan sangat tepat dengan dibuat fasilitas yang terpadu dengan memperhatikan gaya bangunan modern kontemporer sesuai dengan pergerakan gaya yang sedang berkembang saat ini dan menyelaraskan dengan gaya bangunan lama stasiun Bandung. Tujuan Umum, Meningkatkan dan memperbaiki fungsi dari sarana prasarana gedung stasiun kereta api Bandung, memperbaiki dan menata kawasan stasiun kereta api Bandung, membangun akses yang layak antara gedung stasiun kereta api utara dengan gedung stasiun kereta api selatan dan Misi Proyek, Menjadikan Stasiun Kereta Api Bandung sebagai ikon kota Bandung, merancang stasiun kereta api yang ramah lingkungan bagi pengunjungnya, merancang desain bangunan stasiun kereta api yang baru selaras dengan bangunan stasiun selatan yang termasuk bangunan cagar budaya, memperbaiki iklim mikro kawasan stasiun Bandung melalui pendekatan bangunan green dengan penambahan jumlah vegetasi dan penataan landscaping. Hasil perancangan stasiun ini dibuat sesuai kebutuhan dan mejawab solusi masalah mobilitas pusat perkotaan dengan membuat area Transit oriented development (TOD) seperti mendekatkan area perlintasan beberapa macam angkutan umum dalam satu wilayah agar mobilitas warga menjadi lebih lancar, selain fasilitas umum stasiun kereta api ada pula penambahan skywalk pada stasiun Bandung yang menyatukan bangunan stasiun utara ke bangunan stasiun selatan begitu juga sebaliknya karena konektifitas stasiun utara dengan selatan harus ditingkatkan demi kelancaran mobilitas pengguna stasiun dan pengguna fasilitas umum.