// <![CDATA[PENERAPAN MATERIAL KERAMIK PADA STASIUN KERETA API KIARACONDONG Tema:]]> 0411046402 - I Putu Widjaja Thomas Brunner, Ir, MM. Dosen Pembimbing 2 0405017003 - Ardhiana Muhsin ST.,MT. Dosen Pembimbing 1 Wahyu Saraswati Ningrum / 21.2014.268 Penulis
Pesatnya laju pertumbuhan ekonomi dan sosial di Indonesia menyebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi. Di dunia transportasi modern dikenal istilah Transit Oriented Development (TOD), yaitu suatu konsep pembangunan transportasi yang bersinergi dengan tata ruang guna mengakomodasi pertumbuhan baru dengan memperkuat lingkungan tempat tinggal dan perluasan pilihan maupun manfaat, melalui optimalisasi jaringan angkutan umum massal, seperti bus dan kereta api, sehingga mempermudah warga kota untuk mengakses sumber daya kota. Kereta api merupakan alat transportasi darat berbasis jalan rel yang efisien dan efektif. Hal ini dibuktikan dengan konsumsi bahan bakar kereta api relative lebih hemat dibandingkan dengan alat transportasi lainnya. Kiaracondong merupakan kawasan yang memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, hal ini didukung dengan adanya pusat perbelanjaan yaitu pasar. Kawasan ini juga memiliki ciri khas kerajinan industri tersendiri yaitu keramik. Berdasarkan kenyataan diatas maka munculah ide untuk menyediakan fasilitas sarana prasarana untuk masyarakat kota berupa Stasiun Kereta Api yang diperuntukan untuk berbagai kalangan. Stasiun Kereta Api ini nantinya akan dibangun dengan pengembangan konsep Focus On Material, yaitu suatu konsep bangunan dimana tanah liat sebagai material yang lebih mendominasi.