// <![CDATA[DESAIN INTERIOR PUSAT INFORMASI SENI CIREBON DI TEGALWANGI KABUPATEN CIREBON]]> Mitha Nurintan P./312009030 Penulis Saryanto, S.Sn., MT. Drs. Bambang Arief
Kebudayaan dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru seperti kepercayaan atau keyakinan. Sehingga hasil dari perkembangan budaya terciptalah suku,ras, bahasa keyakinan, kepercayaan serta agama. Kebudayaan yang berkembang di Cirebon berpengaruh pada kondisi sosial masyarakatnya. Terpengaruh dari berbagau budaya luar yang masuk dan menyatu dengan kebudayaan Cirebon. Masyarakat Cirebon mulai mengenal berbagai macam kesenian. Cirebon sebagai daerah pantai Utara Pulau Jawa bagian Barat dalam konteks sejarahnya terbukti mampu melahirkan kebudayaan yang berangkat dari nilai tradisi dan agama. Tak pelak kesenian yang mengiringi kebudayaan Cirebon memasukkan unsur-unsur agama di dalamnya. Dalam kaitan ini kesenian yang pada mulanya merupakan sarana dakwah agama (Islam) menjadi semacam oase di padang gurun. Kebudayaan Cirebon yang bukan Jawa dan bukan Sunda itu akhirnya memiliki ciri khas sendiri. Yakni adanya keberanian untuk mengadopsi nilai lama dengan nilai baru (saat itu) saat agama Islam mulai diajarkan Sunan Gunungjati. Melihat belum adanya fasilitas kegiatan yang memadai yang bisa menampung seluruh kesenian Cirebon.Keberadaan pusat sei di Cirebon masih belom tersedia. Hanya saja ada beberapa gallery seni dan museum di keraton. Hal ini dapat mengurangi rasa kepedulian masyarakat terhadap kebudayaan cirebon. Tentu saja untuk melestarikan kesenian asli Cirebon perlu dibangun sebuah tempat untuk memfasilitasi segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan dan kesenian Cirebon maka, kebudayaan dan seni yang perlahan mulai hilang akan kembali lagi.