// <![CDATA[PENERAPAN SMART BUILDING SYSTEM PADA PERANCANGAN STASIUN KERETA API KIARACONDONG Tema :]]> 0401106101 - Dwi Kustianingrum Ir, MT. Dosen Pembimbing 1 0404125901 - Dr. Ir. Nurtati Soewarno MT Dosen Pembimbing 2 0017046301 - Bambang Subekti , Ir, MT Dosen Pembimbing 1 Ferris Kurnia Rishanda / 21 – 2014 – 258 Penulis
Sarana transportasi perkeretaapian di Indonesia selalu mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi yang terus terjadi. Kondisi ini berpengaruh terhadap kondisi Stasiun Kereta Api Kiaracondong yang merupakan stasiun terbesar kedua di Bandung dan melayani keberangkatan serta kedatangan kereta api jarak jauh maupun lokal dengan jumlah penumpang tertinggi kedua di Kota Bandung. Kondisi ini tentunya harus didukung dengan prasarana berupa bangunan stasiun yang baik dan dapat membantu penggunanya menjalankan aktivitas secara optimal di dalam bangunan tersebut. Proyek pengembangan rancangan Stasiun Kereta Api Kiaracondong harus diadakan guna menjadikan bangunan tersebut sebagai identitas serta penanda kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat memasuki Kota Bandung. Perkembangan yang terjadi pada sarana perkeretaapian di Indonesia semakin mendorong perlunya rancangan Stasiun Kereta Api Kiaracondong dengan sistem dan teknologi yang lebih baik. Solusi untuk mengatasi permasalahan dari kondisi tersebut, yaitu dengan menerapkan tema smart building system yang mewakili solusi dari permasalahan pada proyek ini. Smart building merupakan penerapan dan penggunaan kecanggihan serta keterpaduan dalam membangun sistem teknologi. Sistem ini meliputi otomasi bangunan, kehidupan keamanan, telekomunikasi, sistem pengguna, dan system manajemen fasilitas. Dengan menerapkan sistem – sistem tersebut pada seluruh konsep rancangan stasiun, baik pada elemen arsitektural, elemen struktur, maupun utilitas, maka akan memberi fungsi lain di samping sebagai tempat naik dan turun penumpang yaitu sebagai suatu penanda kemajuan teknologi yang ada di Kota Bandung, khususnya pada Stasiun Kereta Api Kiaracondong.