// <![CDATA[STASIUN BANDUNG Tema:]]> 0423025801 - Theresia Pinkyawati. Ir.,MT Dosen Pembimbing 2 0025125603 - Dr. Dewi Parliana, Ir. , MSP Dosen Pembimbing 1 Rais Indah Zendrato / 21.2014.262 Penulis
Transportasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, baik untuk kehidupan manusia itu sendiri maupun untuk menunjang pembangunan nasional yang merupakan sarana penting dalam memperlancar roda perekonomian serta mempengaruhi semua aspek kehidupan manusia. Kereta Api merupakan salah satu alat transportasi darat dengan berbagai keunggulandan dan kelebihan, yakni biayanya lebih murah dibandingkan dengan alat transportasi darat lainnya, rendah polusi, bersifat massal, dan tidak macet. Dengan meningkatnya minat masyarakat untuk memilih kereta api sebagai alat transportasi yang murah dan aman maka diperlukan stasiun kereta api yang dapat menjadi tempat menunggu dan dan turunnya penumpang yang aman dan nyaman serta dapat menunjang segala aktifitas baik dari calon penumpang, staf dan karyawan, petugas kereta api bahkan kereta api sendiri. Hal ini membuat arsitek harus merancang desain stasiun kereta api yang dapat menampung penumpang dengan kapasitas maksimal untuk memberi rasa aman dan nyaman. Serta membuat ruang-ruang penunjang yang diperlukan untuk menunjang aktifitas pengguna stasiun. Mengambil Tema Contextual Juxtaposition (Kontekstual Kontras) merupakan wujud apresiasi dan kecintaan akan keragaman bangunan kontekstual yang ada disekitar wilayah Bandung. Konsep desain modern tropis yang memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami dengan banyaknya bukaan udara, atap miring, pemakaian secondary skin dan massa bangunan yang tipis. Pembagian bangunan dibagi menjadi beberapa massa yang membedakan fungsi tiap bangunan untuk memaksimalkan pergerakan aliran udara. Fasad bangunan menggunakan material kaca, ACP dan kolom baja sebagai elemen estetika.