// <![CDATA[PENGARUH ARUS LALU LINTAS BELOK KANAN DI SIMPANG JALAN BENGAWAN-JALAN ANGGREK]]> Dr. Samun Haris, Ir.,M.T. Dosen Pembimbing 1 Maretha Nandini / 22 2013 177 Penulis
Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar yang berada di Provinsi Jawa Barat yang memiliki tingkat pergerakan yang cukup tinggi. Namun jumlah transportasi, pergerakan, dan ketersediaan infrastruktur jalan yang sudah ada tidak seimbang menyebabkan permasalahan bagi pengguna insfrastruktur jalan tersebut. Salah satu lokasi dengan konflik paling besar pada jalan di Kota Bandung yaitu simpang. Terdapat banyak konflik yang terjadi pada simpang, seperti kemacetan. Penelitian ini akan fokus membahas salah satu simpang yang mengalami kemacetan yaitu simpang Jalan Bengawan dan Jalan Anggrek. Hasil analisis menunjukkan bahwa derajat kejenuhan (DS) terbesar di persimpangan Jalan Bengawan-Jalan Anggrek sebesar 1,087 pada hari Minggu sore, artinya simpang dalam keadaan jenuh. Nilai tundaan terbesar sebesar 24,311 det/smp dan termasuk pelayanan D. Peluang antrian pada batas atas melebihi 50% artinya simpang dalam kondisi kritis. Sehingga, simpang ini harus ditangani dengan memasang APILL, merencanakan rekayasa lalu lintas, dan/atau melakukan pelebaran pendekat.