// <![CDATA[PERBANDINGAN PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH PADA RUAS JALAN CIBADAK-CIKIDANG- PELABUHAN RATU]]> Samun Haris, Ir. MT. MT Dosen Pembimbing 1 Fachrizal Ramadhan / 22-2013-106 Penulis
Struktur perkerasan jalan mengalami penurunan kinerja seiring bertambahnya umur perkerasan. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja perkerasan jalan agar mampu melayani lalu lintas selama umur rencana berikutnya adalah dengan melakukan tebal lapis tambah (Overlay). Cara untuk mengetahui kondisi struktur perkerasan jalan lama dengan melakukan pengujian lendutan yaitu menggunakan alat Benkelman Beam. perencanaan tebal lapis tambah pada penelitian ini adalah menggunakan Pedoman Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur Pd T-05-2005-B (Departemen Pekerjaan Umum 2005) dan Desain Perkerasan jalan lentur Nomor.002/P/BM/2011 (Bina Marga 2011). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung nilai tebal lapis tambah dari kedua metode dan menganalisis parameter yang berpengaruh terhadap hasil dari nilai tebal lapis tambah. Hasil perhitungan tebal lapis tambah untuk segmen 1, segmen 2, dan segmen 3 menggunakan metode Departemen Pekerjaan Umum 2005 sebesar 9 cm, 12 cm, dan 13 cm, sedangkan menggunakan metode Bina Marga 2011 sebesar 1 cm, 7 cm, dan 10 cm. Jadi, metode Bina Marga 2011 memiliki hasil perhitungan tebal lapis tambah yang lebih tipis, parameter yang berpengaruh terhadap nilai tebal lapis tambah yaitu analisis lalu lintas, faktor penyesuaian lendutan terhadap temperatur standar, dan faktor koreksi temperatur pada tebal lapis tambah