// <![CDATA[STUDI PERHITUNGAN BIAYA MINIMUM KONTRAKTOR PADA AWAL PELAKSANAAN PROYEK TECHNOPLEX LIVING APARTEMENT]]> 0420047201 - Rini Ratnayanti, ST., MT Dosen Pembimbing 1 Tito Ramzi Prakoso / 22 - 2013 – 127 Penulis
Pada pelaksanaan konstruksi manajemen keuangan dapat dilakukan dengan membuat cash flow. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah modal kerja yang dibutuhkan pada awal proyek. Data biaya pemasukan berupa biaya uang muka dan pembayaran monthly progress. Sedangkan untuk biaya pengeluaran terdiri dari biaya langsung yaitu biaya upah, material dan alat dan biaya tidak langsung. Data tersebut tertera pada RAB, analisa harga satuan, kurva S dan dokumen kontrak yang didapatkan dari proyek studi kasus. Data tersebut selanjutnya dimodelkan pada grafik cash flow untuk mengetahui defisit yang mungkin terjadi selama proyek. Grafik cash flow dibuat dengan 5 pemodelan yaitu pembayaran sesuai dengan rencana, pembayaran 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu setelah penagihan sesuai dengan kontrak. Dari hasil perhitungan tersebut didapatkan bahwa modal kerja awal kontraktor yang perlu disiapkan sebesar Rp24.323.013.279,70 untuk menutupi kemungkinan terburuk defisit yang terjadi dari semua asumsi pembayaran. Selain biaya tersebut perlu juga diperhitungkan besaran biaya untuk kebutuhan jaminan