// <![CDATA[ANALISIS POLA OPERASI KERETA API MEMPAWAH-SANGGAU, KALIMANTAN BARAT]]> 0408087803 - Sofyan Triana S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Muhammad Faishal / 22 2013 018 Penulis
Moda transportasi kereta api mempunyai banyak keunggulan dibandingkan transportasi jalan antara lain kapasitas angkut besar (massal), cepat, aman, hemat energi, dan ramah lingkungan serta membutuhkan lahan yang relatif sedikit. Dalam studi kasus ini pembangunan jaringan jalur kereta api di Pulau Kalimantan khususnya jalur Mempawah-Sanggau adalah untuk memenuhi kebutuhan pergerakan penumpang dan pergerakan barang. Jalur Kereta Api Mempawah-Sanggau direncanakan dengan satu jalur lintasan (single track) dengan panjang lintasan ± 237 km. Dari studi terdahulu (studi kelayakan dan perencanaan jalan kereta api Pontianak-Sanggau, 2016) diketahui bahwa jumlah pergerakan penumpang pada Tahun 2060 sebesar 1.936.375 orang/tahun dan untuk jumlah pergerakan barang yang menggunakan moda transportasi kereta api pada Tahun 2060 sebesar 45.061.558 ton/tahun. Untuk Tahun 2060 kapasitas lintas kereta api barang tertutup untuk jalur Mempawah-Sanggau tidak bisa dioperasikan sehingga perlu penambahan jalur