ANALISIS STABILITAS TEROWONGAN DENGAN SISTEM NATM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Jalan tol Cisumdawu (61,6 km) dilengkapi dengan terowongan. Terowongan ini dibangun sepanjang 472 m dengan diameter 14 m. Terowongan berada pada seksi II tol Cisumdawu yang menghubungkan Rancakalong – Sumedang sepanjang 17,5 km. Terowongan ini dibangun dengan metode yang baru pertama diterapkan di Indonesia yaitu New Austrian Tunneling Method (NATM). NATM merupakan sistem yang dinamis dimana pekerjaan tidak bisa dihentikan apabila sudah dimulai. NATM umumnya digunakan pada tanah lunak dimana prinsip kerjanya adalah meningkatkan daya dukung tanah dengan cara menyuntikan cairan semen kedalam tanah yang akan digali, sehingga tanah akan menjadi lebih keras. Kemudian di lakukan lining dengan menerapkan shotcrete, soil nailing dan memasang dinding beton precast. Metode penggaliannya dibagi dua, Ring Cut Method (3 bench 7 step), dan Bench Cut Method (lower and upper section). Deformasi terbesar yang terjadi sebesar 0,0052 m pada galian top heading di kedalaman 40 m pada fase galian ke 27 dengan nilai SF = 1,903.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).ANALISIS STABILITAS TEROWONGAN DENGAN SISTEM NATM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS STABILITAS TEROWONGAN DENGAN SISTEM NATM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
MLA Style
.ANALISIS STABILITAS TEROWONGAN DENGAN SISTEM NATM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.ANALISIS STABILITAS TEROWONGAN DENGAN SISTEM NATM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text