// <![CDATA[PENILAIAN KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN METODE PKJI 2014 (STUDI KASUS :]]> 0425049201 - Andrean Maulana, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Tommy Bellamy Ibrahim Zakaria / 22 2012 004 Penulis
Persimpangan merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu jaringan jalan, hal ini berhubungan dengan pergerakan dan keselamatan bagi pengguna jalan. Persimpangan juga merupakan titik konflik pergerakan lalu lintas yang sering menimbulkan berbagai hambatan lalu lintas yang disebabkan oleh bertemunya kendaraan dari berbagai arah. Simpang tiga tak bersinyal di Kota Cimahi yang mengalami konflik adalah Simpang Cihanjuang-Kec.Jati dan Simpang Cihanjuang-RadenDH yang berlokasi di wilayah Cimahi Utara. Konflik yang sering terjadi pada kedua simpang adalah antrian yang meneutupi simpang lainnya dikarenakan jarak antar simpang berdekatan dan kurangnya kapasitas jalan dikarenakan tingginya rasio belok kanan pada kedua simpang sehingga kedua simpang memiliki nilai derajat kejenuhan lebih besar dari 0,85 yang telah ditetapkan oleh Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014. Maka, perlu dilakukan perubahan desain yang berkaitan dengan lebar pendekat dan membuat perhitungan baru.