STUDI PERBANDINGAN BIAYA PEMBUATAN GEDUNG CARA KONVENSIONAL DAN PRACETAK
Penggunaan beton pracetak pada elemen struktutur bangunan masih jarang digunakan. Pembangunan konstruksi di Indonesia pada umumnya masih menggunakan metode konvensional yang seluruh pekerjaan struktur dilakukan di lokasi proyek. Metode pracetak semua elemen struktur seperti pelat lantai, balok dan kolom dilakukan di tempat khusus , kemudian dibawa ke lokasi proyek untuk disusun menjadi kesatuan yang utuh. Studi ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pelaksanaan menggunakan dua metode yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu beton bertulang secara konvensional dan beton bertulang secara pracetak. Elemen struktur yang ditinjau pada studi ini meliputi pelat lantai, balok dan kolom dengan menggunakan dimensi penampang dan mutu yang sama, sehingga dapat diketahui metode yang lebih efisien berdasarkan variabel biaya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).STUDI PERBANDINGAN BIAYA PEMBUATAN GEDUNG CARA KONVENSIONAL DAN PRACETAK ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.STUDI PERBANDINGAN BIAYA PEMBUATAN GEDUNG CARA KONVENSIONAL DAN PRACETAK ().Arsitektur:FTSP,2018.Text
MLA Style
.STUDI PERBANDINGAN BIAYA PEMBUATAN GEDUNG CARA KONVENSIONAL DAN PRACETAK ().Arsitektur:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.STUDI PERBANDINGAN BIAYA PEMBUATAN GEDUNG CARA KONVENSIONAL DAN PRACETAK ().Arsitektur:FTSP,2018.Text