// <![CDATA[KAJIAN SUBSTITUSI ASPAL BUTON DALAM CAMPURAN ASPAL PANAS AC-BC DENGAN PENGUJIAN MARSHALL]]> Dr. Samun Haris, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Agha Ardiya / 22 2014 001 Penulis
Salah satu potensi alam yang dimiliki Indonesia dalam bidang konstruksi jalan raya adalah aspal buton yang berasal dari Buton, Sulawesi Utara. Aspal buton merupakan aspal alam yang terbentuk dari lapisan minyak bumi yang terperangkap dalam lapisan bumi. Penggunaan Aspal buton dalam campuran beraspal diharapkan menambah kinerja campuran beraspal panas sehingga dapat mengantisipasi kerusakan dini yang terjadi pada ruas-ruas jalan yang melayani beban lalu lintas berat dan temperatur tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara aspal biasa pen 60/70 dengan penambahan Buton Granular Asphalt (BGA) pen 5/20 sebesar 2%, 2,5%, dan 3% berdasarkan karakteristik marshall, serta membandingkan nilai kadar aspal optimum dari masing-masing variasi campuran. Menggunakan agregat kasar batu pecah ukuran 0,5–1 cm dan 1–2 cm dan agregat halus berupa abu batu yang diambil dari stockpile di Teluk Muaro Putih, Solok Selatan, Sumatera Barat. Berdasarkan pengujian dan analisis yang dilakukan di laboratorium, kadar aspal optimum campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) pen 60/70 sebesar 5,5%, kadar aspal optimum campuran AC-BC dengan penambahan asbuton BGA 2% sebesar 5,7%, kadar aspal optimum campuran AC-BC pen 60/70 dengan penambahan asbuton BGA 2,5% sebesar 5,7% dan kadar aspal optimum untuk campuran AC-BC pen 60/70 dengan penambahan asbuton BGA 3% sebesar 5,3%. Besarnya kadar aspal optimum setelah penambahan BGA dibandingkan AC-BC pen 60/70 karena BGA mempunyai kelebihan yaitu stabilitas yang tinggi untuk menjaga agar campuran beraspal tahan terhadap deformasi permanen dan plastis, mampu menahan keausan akibat pengaruh cuaca dan cukup kedap air karena filler yang terkandung dalam BGA bersifat hydrophobic sehingga meminimalisir rembesan air yang masuk ke lapis pondasi di bawahnya