EVALUASI PERANCANGAN GEOMETRI EXIT TAXIWAY BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA TANGERANG
Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan salah satu bandara tujuan dari kota-kota besar di Indonesia dan Mancanegara. Pada Tahun 2012, pesawat Airbus A380-800 mendarat darurat di Soekarno-Hatta. Pendaratan perdana itu dapat dijadikan sebagai evaluasi terhadap bagian fasilitas sisi udara agar layak didarati oleh pesawat berjenis jumbo jet tersebut. Analisis dilakukan secara manual menggunakan ICAO Annex 14 dan KP 262 Tahun 2017. Berdasarkan standar Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, klasifikasi pesawat Airbus A380-800 adalah 4F, sedangkan panjang landas pacu yang dibutuhkan untuk lepas landas adalah 2300 m, sehingga landas pacu eksisting dapat melayani Airbus A380-800. Hasil perhitungan jarak lokasi exit taxiway menggunakan three segment method didapat 2389,635 m, oleh karena itu pesawat tersebut dapat menggunakan taxiway N1 dan N2 dari runway 07L dan taxiway N5 serta taxiway N6 dari arah runway 25R. Hasil perhitungan jari-jari fillet pada taxiway N2 sebesar 32,73 m dan taxiway N5 sebesar 64,22 m, dengan demikian taxiway N5 perlu dilakukan pelebaran sebesar 0,66 m
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).EVALUASI PERANCANGAN GEOMETRI EXIT TAXIWAY BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA TANGERANG ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.EVALUASI PERANCANGAN GEOMETRI EXIT TAXIWAY BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA TANGERANG ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
MLA Style
.EVALUASI PERANCANGAN GEOMETRI EXIT TAXIWAY BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA TANGERANG ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.EVALUASI PERANCANGAN GEOMETRI EXIT TAXIWAY BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA TANGERANG ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text