KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PENYIMPANGAN PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN HUTAN LINDUNG STUDI KASUS: PULAU LOMBOK, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Penyimpangan pemanfaatan ruang atau alih fungsi ruang dapat memberikan dampak terhadap ruang tersebut, terutama terhadap kondisi lingkungannya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat penyimpangan pemanfaaatan ruang pada kawasan hutan lindung di Pulau Lombok. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah RTRW Prov, NTB Tahun 2009 – 2029 sebagai dasar untuk mengetahui kebijakan mengenai rencana tata ruang wilayah pada kawasan hutan lindung di Pulau Lombok; Peta Rencana Pola Ruang dan Struktur Ruang Wilayah Pulau Lombok dan Peta Kondisi Dasar Fisik Wilayah. Analisis penyimpangan pemanfaatan ruang dilakukan dengan cara membandingkan rencana tata ruang untuk kawasan hutan lindung dengan kondisi guna lahan tahun 2009 dan 2016 dan diproyeksikan menggunakan metode proyeksi linier sederhana. Analisis dampak lingkungan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah analisis dampak terhadap kuantitas air dilihat dari jumlah laju puncak limpasan air permukaan dan, infiltrasi; dan kuantitas udara yang dilihat dari besaran produksi oksigen (O²) dan penyerapan karbondioksida (CO₂). Besaran laju puncak limpasan air permukaan dan infiltrasi dianalisis dengan menggunakan metode rasional. Hubungan infiltrasi dengan limpasan air permukaan adalah semakin besar daya infilrasi, perbedaan antara intensitas hujan dengan daya infiltrasi menjadi semakin kecil, akibatnya limpasan permukaannya juga semakin kecil, sehingga debit puncaknya juga akan lebih kecil, begitu juga sebaliknya. Sedangkan, produksi oksigen diketahui dengan mengasumsikan 1 Ha terdapat 108 pohon besar pada kawasan hutan lindung. Besaran oksigen yang dihasilkan dapat digunakan oleh masyarakat atau penduduk sekitar wilayah hutan lindung tersebut. Menurut Gasman (1984), 1 Ha daun-daun hijau dapat menyerap 8 kg CO₂/jam, yang setara dengan CO₂ yang dihembuskan oleh sekitar 200 manusia dalam waktu yang sama sebagai hasil pernafasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan pemanfaatan ruang pada kawasan hutan lindung mengakibatkan dampak lingkungan terhadap penambahan jumlah laju limpasan air permukaan, hilangnya air yang bisa disimpan (infitlrasi), penurunan produksi oksigen (O²) dan penyerapan karbondioksida (CO₂). Hal ini dapat mengakibatkan terjainya bencana alam pada kawasan hutan lindung maupun kawasan bawahannya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PENYIMPANGAN PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN HUTAN LINDUNG STUDI KASUS: PULAU LOMBOK, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PENYIMPANGAN PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN HUTAN LINDUNG STUDI KASUS: PULAU LOMBOK, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT ().Teknik Planologi:FTSP,2017.Text
MLA Style
.KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PENYIMPANGAN PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN HUTAN LINDUNG STUDI KASUS: PULAU LOMBOK, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT ().Teknik Planologi:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PENYIMPANGAN PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN HUTAN LINDUNG STUDI KASUS: PULAU LOMBOK, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT ().Teknik Planologi:FTSP,2017.Text