// <![CDATA[EVALUASI KINERJA LALU LINTAS PADA PERTEMUAN RAMP ARAH SOREANG-CILEUNYI DAN PASIR KOJA-CILEUNYI PADA SIMPANG SUSUN PASIR KOJA]]> 8860110016 - Silvia Sukirman., Ir.,M. Si Dosen Pembimbing 1 Laras Banyu Suci / 22 2014 064 Penulis
Kabupaten Bandung khususnya Bandung Selatan adalah wilayah di Indonesia yang sedang mengalami pertumbuhan pada sektor transportasi dikarenakan pergerakan orang dan barang yang tinggi. Untuk mengatasi masalah ini dibangun prasarana berupa Jalan Tol Soreang-Pasir Koja yang memiliki beberapa simpang susun, salah satunya Simpang Susun Pasir Koja. Simpang Susun Pasir Koja memiliki 11 (sebelas) ramp, Ramp 6 untuk menghubungkan Soreang ke Cileunyi, dan Ramp 8 untuk menghubungkan Pasirkoja dengan Cileunyi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja pertemuan ramp arah Soreang-Cileunyi dan Pasir Koja-Cileunyi menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Tahun 1997, serta menganalisis efektifitas penggunaan marka chevron. Volume kendaraan pada jam sibuk yang melintasi Ramp 8 lebih banyak dari pada Ramp 6, namun kecepatan rata-rata ruang lebih besar pada Ramp 8. Hal ini disebabkan karena Ramp 6 memiliki radius yang lebih kecil. Lebar lajur kedua ramp sama sebesar 4m, dan mengecil pada pertemuan ramp menjadi 3,75m yang menyebabkan banyaknya kendaraan yang melintasi chevron. Hasil survei menunjukan persentase kendaraan yang melintasi marka chevron untuk kondisi pagi hari = 9.973 % (Ramp 6) dan 5.324 % (Ramp 8) untuk kondisi sore hari = 13.779 % (Ramp 6) dan 7.515 % (Ramp 8) yang seharusnya tidak boleh dilanggar pengemudi. Dengan demikian sebaiknya ditambah pemasangan cone di tengah marka chevron. Hasil analisis kinerja pertemuan ramp didapatkan Derajat Kejenuhan ( DS ) terbesar adalah 0.334 yang menunjukan masih dalam kinerja kondisi baik DS < 0,75, dan tundaan total yang terjadi 5 detik.