ANALISIS DEFORMASI DINDING TURAP AKIBAT PENGARUH TERMAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
Dinding turap adalah struktur yang berfungsi menahan tekanan tanah lateral di sekelilingnya. Di Indonesia dinding turap yang biasa digunakan adalah dinding turap baja dan beton. Pada analisis ini, deformasi horizontal yang terjadi pada dinding turap memperhitungkan pengaruh suhu dan parameter termal tanah, yaitu: kapasitas termal khusus (Cs), konduktivitas termal (λs), dan koefisien ekspansi termal (α). Analisis pengaruh termal dilakukan dengan memvariasikan besaran nilai suhu dan parameter termal tanah. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, peningkatan nilai deformasi dan momen lentur yang pertama diakibatkan oleh kenaikan nilai koefisien ekspansi termal tanah yang bergantung dari kandungan mineral tanah itu sendiri dan yang kedua adalah peningkatan suhu udara, sedangkan konduktivitas dan kapasitas tanah tidak berpengaruh. Pada tanah pasir perubahan nilai momen lentur berkisar pada 0,64 % hingga 5,09 %, deformasi berkisar pada 0,71 % hingga 6,80 %, sedangkan pada tanah lempung perubahan nilai momen lentur mencapai 112,13 % dan untuk deformasi mencapai 183,03 %.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).ANALISIS DEFORMASI DINDING TURAP AKIBAT PENGARUH TERMAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS DEFORMASI DINDING TURAP AKIBAT PENGARUH TERMAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
MLA Style
.ANALISIS DEFORMASI DINDING TURAP AKIBAT PENGARUH TERMAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.ANALISIS DEFORMASI DINDING TURAP AKIBAT PENGARUH TERMAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text