ANALISIS KEBUTUHAN PELAT INJAK PADA BOX UNDERPASS AKIBAT PENGARUH BEBAN
Underpass merupakan suatu bangunan terowongan termasuk sarana transportasi barang dan manusia. Underpass dibangun di bawah tanah untuk menghindari daerah/kawasan rawan kemacetan. Pada kasus tertentu, kebutuhan pelat injak dapat diabaikan keberadaanya pada struktur box underpass. Analisis dilakukan dengan membandingkan perilaku struktur dengan 2 kondisi yaitu kondisi 1 pelat tanpa timbunan dan kondisi 2 pelat injak yang tertimbun oleh tanah timbunan. Analisis dilakukan dengan perangkat lunak SAP2000. Intensitas beban mengacu pada pembebanan jembatan SNI 1725:2016. Variasi panjang untuk pelat injak yang digunakan 5 m, 6 m dan 7 m, variasi tebal pelat yaitu 30 cm, 35 cm dan 40 cm, serta pengaruh jarak spring yaitu 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Dari penelitian, lendutan yang terjadi cenderung lebih besar pada kondisi 2 karena pengaruh beban SIDL yang besar, lendutan maksimum kondisi 1 dan 2 adalah 1,14 mm dan 1,48 mm. Perbedaan momen maksimum kondisi 1 dan 2 masing-masing 422,111 kNm dan 309,883 kN-m. Gaya geser masing-masing sebesar adalah 259,634 kN dan 583,885 kN. Gaya yang terjadi pada kondisi 1 cenderung lebih besar dari pada kondisi 2.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).ANALISIS KEBUTUHAN PELAT INJAK PADA BOX UNDERPASS AKIBAT PENGARUH BEBAN ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS KEBUTUHAN PELAT INJAK PADA BOX UNDERPASS AKIBAT PENGARUH BEBAN ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
MLA Style
.ANALISIS KEBUTUHAN PELAT INJAK PADA BOX UNDERPASS AKIBAT PENGARUH BEBAN ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.ANALISIS KEBUTUHAN PELAT INJAK PADA BOX UNDERPASS AKIBAT PENGARUH BEBAN ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text