STUDI BANDING KEKAKUAN GEDUNG BETINGKAT SISTEM PRACETAK DENGAN SISTEM CAST IN SITU
Majunya teknologi dibidang konstruksi, sistem struktur beton tidak hanya beton cast in situ tetapi struktur bangunan dapat menggunakan sistem beton pracetak. Penggunaan beton pracetak memiliki kelemahan pada sambungan yang tidak monilit. Kelemahan pada sambungan menyebabkan kekakuan beton pracetak kurang handal dibandingkan dengan beton cast in situ untuk daerah dengan kegempaan tinggi. Tujuan dari penelitian ini akan membandingkan kehandalan kekakuan beton cast in situ dengan beton pracetak pada ketinggian dan dimensi struktur yang sama serta untuk mendapatkan ketinggian struktur beton pracetak yang handal. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah membuat model struktur beton cast in situ dengan perangkat lunak kemudian dilakukan analisis struktur, pemodelan diubah dengan sistem pracetak dan dilakukan analisis struktur. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dengan ketinggian setiap lantai 3 meter pada struktur bangunan 10 lantai, kehandalan kekakuan beton cast in situ lebih dibandingkan dengan beton pracetak. Ketinggian struktur bangunan yang kaku untuk beton pracetak adalah 8 lantai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kekakuan strukutur beton cast in situ lebih handal dibandingkan dengan beton pracetak.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).STUDI BANDING KEKAKUAN GEDUNG BETINGKAT SISTEM PRACETAK DENGAN SISTEM CAST IN SITU ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.STUDI BANDING KEKAKUAN GEDUNG BETINGKAT SISTEM PRACETAK DENGAN SISTEM CAST IN SITU ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
MLA Style
.STUDI BANDING KEKAKUAN GEDUNG BETINGKAT SISTEM PRACETAK DENGAN SISTEM CAST IN SITU ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.STUDI BANDING KEKAKUAN GEDUNG BETINGKAT SISTEM PRACETAK DENGAN SISTEM CAST IN SITU ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text