// <![CDATA[ANALISIS STABILITAS TUBUH BENDUNG DAN ABUTMEN PADA BENDUNG ARAHMANO]]> Ir. Sri Hetty Susantin.M.Eng Dosen Pembimbing 1 Ali Muhajir / 22 2013 216 Penulis
Bendung tetap berpotensi mengalami pergeseran, terangkat atau terguling serta penurunan dan rembesan pada tubuh bendung dan abutmen. Cara menghindarinya, diperlukan analisis stabilitas pada tubuh bendung dan abutmen dengan menggunakan metode empirik. Kondisi yang dianalisis yaitu saat kondisi normal dan ekstrim seperti kondisi saat banjir. Hasil analisis Tubuh bendung pada kondisi normal dinyatakan aman terhadap geser, guling, daya dukung tanah dan bahaya pecahnya konstruksi karena faktor keamanan terhadap guling (≥2) dan faktor keamanan terhadap geser (≥1,5) sedangkan pada saat kondisi ekstrim seperti banjir konstruksi dinyatakan aman terhadap guling, karena faktor keamanan terhadap guling (≥2) sedangkan faktor keamanan terhadap geser (≤1,5). Pada abutmen saat kondisi normal dan kondisi ekstrim dinyatakan aman terhadap guling, daya dukung tanah dan bahaya pecahnya konstruksi. Hasil analisis terhadap erosi buluh (piping) diperoleh pada tubuh bendung sebesar 4,735 dan penurunan yang terjadi 14,62 cm/tahun, sedangkan pada abutmen diperoleh sebesar 5,060 dan Penurunan yang terjadi 11,32 cm/tahun.