// <![CDATA[DESAIN TEBAL PELAT BETON BERTULANG DENGAN SAMBUNGAN PADA PERKERASAN JALAN]]> 8860110016 - Silvia Sukirman., Ir.,M. Si Dosen Pembimbing 1 Madinda Yulita / 22 2013 005 Penulis
Perkerasan jalan yang digunakan di Indonesia dibedakan menjadi perkerasan lentur (flexible pavement), perkerasan kaku (rigid pavement), dan perkerasan komposit (composite pavement). Perancangan perkerasan kaku di Indonesia dapat menggunakan beberapa metode seperti AASHTO, ACI, AI, ASTM AUSTROADS, IRC, PCA, dan Bina Marga. Penelitian ini dilakukan untuk merancang tebal pelat beton bertulang dengan sambungan menggunakan metode AASHTO 1993. Perhitungan dilakukan untuk kombinasi Equibvalent Single Axle Load (ESAL) dan California Bearing Ratio (CBR) yang bervariasi. ESAL yang digunakan yaitu 1×107, 2×107, dan 3×107. CBR yang digunakan yaitu 4%, 5%, dan 6%. Tebal subbase yang digunakan 4 inci, 6 inci, dan 8 inci. Dari kombinasi data tersebut didapat tebal pelat beton berkisar 23 cm, 25 cm, 26 cm, dan 27 cm. terdapat penurunan tebal pelat sebesar 1 cm untuk ESAL 2×107 dengan CBR 5%, sedangkan untuk yang lainnya tidak ada pengaruh. Diameter dowel yang digunakan yaitu 1,5 inci dan diameter tie bar yang digunakan yaitu 0,5 inci untuk semua tebal pelat beton yang sudah dirancang.