// <![CDATA[EVALUASI STABILITAS DAN DEFORMASI GALIAN PORTAL TEROWONGAN PADA MEDIA CAMPURAN TANAH DAN BATUAN (STUDI KASUS RUAS JALAN CISUMDAWU PROVINSI JAWA BARAT)]]> Benny Moestofa, Ir., MAB. Dosen Pembimbing 1 Erditha Maharani / 22-2013-274 Penulis
Pembangunan jalan tol Cisumdawu yang menghubungkan Rancakalong- Sumedang sepanjang 61,6 km akan dilengkapi terowongan sepanjang 472 m dengan diameter 14 m, dimana terowongan ini dibangun pada media campuran tanah dan batuan. Kondisi media campuran tanah dan batuan ini secara umum dapat menimbulkan permasalahan stabilitas muka bidang galian terowongan dan tidak memiliki perkuatan yang cukup lama untuk menahan beban massanya sendiri, sehingga diperlukan penerapan metode perkuatan pada dinding terowongan sebelum pelaksanaan konstruksi terowongan. Kesulitaan dalam membangun terowongan diawali dengan keberhasilan konstruksi portalnya, karena itu metode penggalian yang ditetapkan adalah Bench Cut Method. Berdasarkan hasil simulasi model Plaxis 3D tanpa perkuatan diperoleh nilai deformasi sebesar 37 cm dengan nilai faktor keamanannya sebesar 1,11, sedangkan simulasi model menggunakan perkuatan diperoleh nilai deformasi sebesar 7, 3 cm dengan nilai faktor keamanan 2,58.Pembangunan jalan tol Cisumdawu yang menghubungkan Rancakalong- Sumedang sepanjang 61,6 km akan dilengkapi terowongan sepanjang 472 m dengan diameter 14 m, dimana terowongan ini dibangun pada media campuran tanah dan batuan. Kondisi media campuran tanah dan batuan ini secara umum dapat menimbulkan permasalahan stabilitas muka bidang galian terowongan dan tidak memiliki perkuatan yang cukup lama untuk menahan beban massanya sendiri, sehingga diperlukan penerapan metode perkuatan pada dinding terowongan sebelum pelaksanaan konstruksi terowongan. Kesulitaan dalam membangun terowongan diawali dengan keberhasilan konstruksi portalnya, karena itu metode penggalian yang ditetapkan adalah Bench Cut Method. Berdasarkan hasil simulasi model Plaxis 3D tanpa perkuatan diperoleh nilai deformasi sebesar 37 cm dengan nilai faktor keamanannya sebesar 1,11, sedangkan simulasi model menggunakan perkuatan diperoleh nilai deformasi sebesar 7, 3 cm dengan nilai faktor keamanan 2,58.