// <![CDATA[DESAIN TEBAL PERKERASAN LENTUR UNTUK LALU LINTAS RINGAN MENGGUNAKAN METODE AUSTROADS 2010]]> 8860110016 - Silvia Sukirman., Ir.,M. Si Dosen Pembimbing 1 Fasza Maulana Hidayatulloh / 22 2013 276 Penulis
Hasil perencanaan tebal perkerasan menggunakan metode Austroads 2006 untuk segmen 1=480 mm, segmen 2=320 mm, segmen 3=160 mm dan segmen 4=320 mm. Hasil perencanaan tebal perkerasan menggunakan metode Bina Marga 2017 untuk segmen 1=480 mm, segmen 2=260 mm, segmen 3=140 mm dan segmen 4=260 mm. Perkerasan adalah salah satu prasarana perkotaan untuk lalu lintas ringan yang harus di desain agar setiap mobilitas dan pergerakan masyarakat umum menjadi aman dan nyaman, metode Austroads 2010 merupakan panduan dalam tebal perkerasan lentur untuk lalu lintas ringan. Berdasarkan data artifisial, nilai CBR ditentukan dari 6%, 7%, 8%, 9% dan 10%. Untuk lebar jalur 5, 6, 7 meter. Dengan repetisi beban lalu lintas 10 3, 10 4, 10 5 ESA. Perencanaan dilakukan dengan umur rencana 20 tahun dan tingkat pertumbuhan 3%. Pada hasil tebal perkerasan, lebar jalur tidak berpengaruh pada hasil perhitungan. Maka Austroads 2010 dibatasi dengan perhitungan DESA dan CBR. Hasil perencanaan tebal perkerasan menggunakan Austroads 2010 untuk lapis permukaan setebal 40 mm, untuk lapis pondasi 100 mm, untuk lapis pondasi bawah lebih dari CBR 7% dengan repetisi lalu lintas 103 sebanyak-banyaknya menggunakan batu pecah kelas C dengan tebal 75 mm. Sebanyak-banyaknya lebih dari CBR 6% dengan repetisi lalu lintas 105tebal lapis pondasi bawah melebihi ukuran maksimum agregat.