STUDI MENGENAI PERLAKUAN AGREGAT BERUKURAN 2,38 mm – 4,75 mm SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM CAMPURAN BETON
Batu pecah berukuran 2,38 mm – 4,75 mm tidak digunakan dalam campuran beton. Jika campuran beton dirancang menggunakan batu pecah berukuran 2,38 mm – 4,75 mm sebagai agregat kasar, maka campuran beton yang dihasilkan diduga tidak akan mengalami segregasi untuk semua kelecakan, lebih homogen, dan jika diberi bahan tambahan superplasticizer diduga dapat dengan mudah berperilaku sebagai campuran beton memadat mandiri (self compacting concrete). Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan dugaan tersebut. Penelitian dilakukan dengan kuat tekan rencana 30 MPa, slump 40 mm dan 100 mm, tanpa dan dengan bahan tambahan superplasticizer dengan dosis 1% dan 1,5%. Perancangan campuran beton dengan cara Dreux menggunakan faktor granular 0,40; 0,45; 0,50; dan 0,55. Pengujian kuat tekan pada benda uji silinder diameter 10 cm dan tinggi 20 cm membuktikan bahwa dugaan tersebut adalah benar, dan perancangan campuran beton dengan memperlakukan batu pecah berukuran 2,38 mm – 4,75 mm sebagai agregat kasar dapat dilakukan untuk faktor granular 0,40 – 0,50.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).STUDI MENGENAI PERLAKUAN AGREGAT BERUKURAN 2,38 mm – 4,75 mm SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM CAMPURAN BETON ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.STUDI MENGENAI PERLAKUAN AGREGAT BERUKURAN 2,38 mm – 4,75 mm SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM CAMPURAN BETON ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
MLA Style
.STUDI MENGENAI PERLAKUAN AGREGAT BERUKURAN 2,38 mm – 4,75 mm SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM CAMPURAN BETON ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.STUDI MENGENAI PERLAKUAN AGREGAT BERUKURAN 2,38 mm – 4,75 mm SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM CAMPURAN BETON ().Teknik Sipil:FTSP,2018.Text