// <![CDATA[IDENTIFIKASI TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SPOT 7 DENGAN METODE OBIA (Object Based Image Analysis) (Studi Kasus:]]> 0402038204 - Rika Hernawati, S.T M.T Dosen Pembimbing 1 REMILLA SAPTA NADA / 232014020 Penulis
Tutupan lahan yaitu kenampakan alam yang ada di muka bumi yang menggambarkan keterkaitan antara proses alami dan proses sosial serta menyediakan informasi yang sangat penting untuk keperluan tertemtu untuk memahami fenomena alam yang terjadi di permukaan bumi. Informasi tutupan lahan menjadi informasi dasar sebagai penentu dalam memahami dan mempelajari perubahan alam yang ada di permukaan bumi. Garut salah satu Kota Priangan timur di Provinsi Jawa Barat dengan luas 306.519 Ha (3.065,19 km²), areal tutupan lahan di Kabupaten Garut masih sangat banyak dan luas, salah satu teknologi untuk melakukan proses analisis, identifikasi dan klasifikasi yaitu dengan menggunakan pengindraan jauh serta data citra yang dapat digunakan untuk menganalisis tutupan lahan yaitu dengan menggunakan Citra Satelit SPOT 7 yang memiliki resolusi spasial 1,5 m cukup untuk menganalisis dan mengidentifikasi tutupan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tutupan lahan di Kabupaten Garut dengan menggunakan teknik klasifikasi OBIA (Object Based Image Analysis) yaitu proses klasifikasi tidak hanya mempertimbangkan nilai spektral saja, tetapi mempertimbangkan juga aspek spasial objeknya. Teknik klasifikasi OBIA ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu segmentasi citra dan klasifikasi citra. Proses segmentasi dalam OBIA ini untuk mengklasifikasikan nilai-nilai piksel ke dalam satu poligon berdasarkan warna informasi spasial. Parameter yang digunakan pada klasifikasi OBIA ini yaitu nilai skala, nilai shape, dan nilai compactness. Proses klasifikasi OBIA yaitu suatu proses pengelompokan seluruh piksel pada suatu citra ke dalam dalam kelompok sehingga dapat diinterpretasikan sebagai suatu properti yang spesifik. Setelah dilakukan proses klasifikasi OBIA pada data Citra Satelit SPOT 7 di Kabupaten Garut, diperoleh 15 (lima belas) kelas yaitu awan, bangunan industri, gumuk pasir, hutan, jalan, jalan kereta api, ladang, lahan kosong, pantai, perkebunan, permukiman, sawah, tambak, dan tanaman campuran. Diperoleh hasil akurasi yaitu dengan overall accuracy sebesar 86,11% dan Koefisien kappa yang diperoleh pada hasil klasifikasi tutupan lahan ini sebesar 0,85.