// <![CDATA[IDENTIFIKASI TITIK PANAS DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 (Studi Kasus :]]> REKSI JULIANTO / 232014097 Penulis Dr. Rian Nurtyawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan daerah dengan luas hutan kedua terbesar di Provinsi Sumatera Selatan. Selama 2 tahun dari tahun 2015 hingga 2017 sebesar 144.000 hektar lahan di kabupaten tersebut terbakar dan mengakibatkan polusi asap yang berdampak buruk bagi masyarakat Indonesia dan tetangga (Singapura dan Malaysia). Perhitungan nilai suhu permukaan penting untuk dilakukan guna mendapatkan titik panas sebagai indikator terjadinya kebakaran di wilayah tersebut. Aplikasi Pengindraan jauh menggunakan Citra Satelit Landsat 8 dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengetahui nilai suhu permukaan pada Kabupaten Ogan Komering Ilir. Nilai Suhu Permukaan dapat dihasilkan dari analisis Land Surface Temperature (LST) menggunakan algoritma mono window. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nilai rata-rata suhu tertinggi terjadi pada bulan September dengan rata-rata suhu permukaan sekitar 23 °C dan nilai rata-rata suhu terendah terjadi pada bulan Maret dengan rata-rata suhu permukaan sekitar 0,7 °C. Berdasarkan peta tutupan lahan Kabupaten Ogan Komering Ilir, jenis vegetasi yang terindikasi sebagai titik kebakaran pada setiap bulan adalah Rawa. Berdasarkan peta curah hujan Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2017 intensitas curah hujan rendah, dengan intensitas curah hujan sekitar 0 – 0,299 M/mm. Hasil korelasi antara titik kebakaran dengan LST berbanding lurus yang artinya jika semakin banyak titik kebakaran yang terjadi pada suatu wilayah maka akan semakin mempengaruhi naiknya nilai suhu permukaan pada wilayah tersebut.