<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="9974">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS PERBANDINGAN REAL TIME SCANNING DAN CAPTURE SCANNING DALAM PEMODELAN 3 DIMENSI MENGGUNAKAN DEPTH CAMERA (Studi Kasus:]]></title>
<subTitle><![CDATA[Patung Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Jawa Barat)]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>0422066701 - Moch. Abdul Basyid Ir., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KHAERUL PRATAMA / 232016111</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Geodesi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pemodelan 3D atau 3 dimensi sudah menjadi suatu kegiatan yang dibutuhkan oleh banyak bidang baik untuk penelitian, visualisasi, inventarisasi, pemeliharaan, dan pemetaan. Patung adalah salah satu objek yang digunakan sebagai target pemodelan 3D. Salah satunya adalah Patung Ir.H.Djuanda sebagai cagar budaya. Salah satu kegiatan pemodelan 3D dapat dilakukan dengan menggunakan fotogrametri jarak dekat. Salah satu metode fotogrametri jarak dekat adalah metode laser scanning. Penggunaan metode laser scanning menjadi suatu alternatif yang tepat untuk perekaman obyek yang sangat detil. Laser scanner yaitu alat pemindai 3D laser yang relatif mahal jika dimanfaatkan untuk memodelkan objek berukuran yang relatif kecil. Di dalam penelitian ini dilakukan pemindaian 3D menggunakan Kinect sebagai alternatif alat pemindaian 3D berbiaya murah. Walaupun Kinect mampu difungsikan sebagai pemindai, namun hal tersebut belum menjamin bahwa ukuran hasil pemindaian objek akan selalu sama dengan ukuran aslinya karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pemindaian. Salah satu faktor yang mempengaruhinya hasil pemindaian yaitu cara metode pemindaianya. Metode pemindaian 3D yang sudah berkembang diantaranya adalah pemodelan dengan metode realtime scanning dan capture scanning. Penelitian ini meliputi persiapan, survei pendahuluan, pengumpulan data dengan melakukan pemindaian 3D menggunakan depth camera pada Kinect menggunakan metode realtime scanning dan capture scaninng, pengolahan data, analisis dan pengujian data. Dalam hal ini yang diuji adalah ketelitian dan kesesuaian hasil model terhadap hasil sesungguhnya. Ketelitan diuji dengan membandingkan nilai Premark pengukuran dengan hasil model yang terorientasi absolut. Sementara untuk kesesuaian perbandingan dilihat dari aspek visual, detail geometri, durasi pengolahan, format, data, pengambilan data, dan ukuran file. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemindaian 3D menggunakan Kinect metode real time scanning dan capture scanning mampu menghasilkan model 3D. pemindaian 3D menggunakan metode pemindaian real time scanning mampu menghasilkan model yang lebih baik yang ditunjukan dengan jumlah point cloud sebanyak 52.564.516 dengan kerapatan point cloud rata-rata sebesar 2.6 mm dan untuk metode pemindaian capture scanning mampu menghasilkan jumlah point cloud sebesar 9.447.453 dengan kerapatan point cloud rata-rata sebesar 5.75 mm. Ketelitian model 3D dengan metode realtime scanning rata-rata koordinat X sebesar 16.1 mm, koordinat Y sebesar 14.6 mm, dan koordinat Z sebesar 12.5 mm. Sementara dengan metode capture scanning rata-rata koordinat X sebesar 9.26 mm, koordinat Y sebesar 10.8 mm, dan koordinat Z sebesar 9.8 mm. Sementara besar kesalahan perbandingan jarak menghasilkan ketelitian dalam fraksi sampai mm.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Pemodelan 3D, depth camera, realtime scanning, cap]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20180831]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[517GD/18]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[517GD/18]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[517GD/18]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="9210" url="" path="/232016111_.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ANALISIS PERBANDINGAN REAL TIME SCANNING DAN CAPTURE SCANNING DALAM PEMODELAN 3 DIMENSI MENGGUNAKAN DEPTH CAMERA (Studi Kasus: Patung Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Jawa Barat)]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="9211" url="" path="/232016111_.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ANALISIS PERBANDINGAN REAL TIME SCANNING DAN CAPTURE SCANNING DALAM PEMODELAN 3 DIMENSI MENGGUNAKAN DEPTH CAMERA (Studi Kasus: Patung Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Jawa Barat)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[9974]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-08-27 16:31:35]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-09-18 09:44:05]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>