DAMPAK PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP PENGHIDUPAN MASYARAKAT TIGA DESA WISATA KABUPATEN SLEMAN
Pembangunan pariwisata berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat didukung secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi, juga adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat (Piagam Pariwisata Berkelanjutan dalam Haryanto, 2001). Salah satu bentuk produk pariwisata sebagai turunan dari konsep pembanguan pariwisata yang berkelanjutan adalah konsep pengembangan desa wisata. Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten yang memiliki desa wisata terbanyak di Provinsi Daerah Instimewa Yogyakarta. Desa wisata di Kabupaten Sleman terbagi menjadi tiga kategori yaitu mandiri, berkembang dan tumbuh mandiri (Anonim, 2016). Perbedaan kategori desa wisata salah satunya disebabkan oleh adanya kesenjangan kemajuan pariwisata di beberapa desa wisata. Contoh kesenjangan kemajuan pariwisata terjadi di Desa Wisata Pulesari, Desa Wisata Pancoh dan Desa Wisata Gabugan. Kesenjangan kemajuan pariwisata dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan, potensi dan atraksi desa wisata, kapasitas manajerial dan peran serta masyarakat dalam mengembangkan potensi desa wisata. Pengembangan desa wisata diharapkan dapat memberikan peningkatan terhadap aktivitas ekonomi, pembangunan fisik, sosial dan budaya di masyarakat, sehingga keberadaan desa wisata memiliki dampak positif terhadap penghidupan masyarakat (Pranyoto, 2016). Pada penelitian ini akan dikaji mengenai dampak pariwisata terhadap perubahan penghidupan masyarakat di Desa Wisata Pulesari, Desa Wisata Pancoh dan Desa Wisata Gabugan. Untuk tujuan tersebut terdapat beberapa sasaran yaitu teridentifikasinya karakteristik masyarakat dan karakteristik pariwisata, teridentifikasinya perubahan modal penghidupan masyarakat dan teridentifikasinya dampak pariwisata terhadap perubahan penghidupan masyarakat pada ketiga desa wisata. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis sistem skoring pada kondisi penghidupan masyarakat pada tiga desa wisata. Perubahan modal penghidupan masyarakat di ketiga desa wisata yang terbesar terjadi pada modal sosial sedangkan untuk modal alam di ketiga desa wisata tidak mengalami perubahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan pada modal penghidupan masyarakat di ketiga desa wisata yang diteliti. Dampak langsung dari adanya desa wisata di ketiga desa wisata yaitu adanya pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata. Pemberdayaan ini dilakukan agar masyarakat dapat mengembangkan pariwisata dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan dapat mengambil keuntungan dari kegiatan pariwisata.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).DAMPAK PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP PENGHIDUPAN MASYARAKAT TIGA DESA WISATA KABUPATEN SLEMAN ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.DAMPAK PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP PENGHIDUPAN MASYARAKAT TIGA DESA WISATA KABUPATEN SLEMAN ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text
MLA Style
.DAMPAK PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP PENGHIDUPAN MASYARAKAT TIGA DESA WISATA KABUPATEN SLEMAN ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.DAMPAK PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP PENGHIDUPAN MASYARAKAT TIGA DESA WISATA KABUPATEN SLEMAN ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text