// <![CDATA[DAMPAK KEBERADAAN TERMINAL BAYANGAN TERHADAP KINERJA JALAN RAYA SADANG-SUBANG KABUPATEN PURWAKARTA]]> 0422087601 - Ratna Agustina S.T., M.T., DEA., Ph.D Dosen Pembimbing 1 AKHMAD SAUGIH / 242014074 Penulis
Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar tidak adanya sarana prasarana yang baik salah satunya trasnportasi umum menjadi penyebab kemacetan. Kemacetan juga sering terjadi di kawasan sekitar terminal. dimana terminal merupakan tempat terjadinya interaksi antara penumpang dan barang dengan kendaraan. Tetapi banyak juga terminal-terminal yang tidak berfungsi secara yang mengakibatkan munculnya terminal bayangan, ini pun tejadi di Jalan Raya Sadang-Subang Kabupaten Purwakarta. Terminal bayangan yang berada di ruas Jalan Sadang-Subang yang berada di Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu jalan yang memiliki aktivitas guna lahan cukup tinggi seperti Mal dan Pabrik Tekstil. Jalan tersebut juga memiliki volume lalu lintas yang tinggi, pada tahun 2007 volume lalu lintas di Jalan Raya Sadang-Subang sebesar 1.509 smp/jam (Dishub) dan pada tahun 2018 sebesar 2.187 smp/jam (hasil survey). Tingginya aktivitas disekitar terminal bayangan dan penambahan volume lalu lintas bukan hanya mengakibatkan kemacetan tetapi juga akan mempengaruhi lalu lintas dan tingkat pelayanan jalan di Ruas Jalan Sadang- Subang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti melakukan studi mengenai seberapa besar dampak keberadaan terminal bayangan terhadap kinerja jalan Sadang- Subang Kabupaten Purwakarta. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis tingkat pelayanan jalan meliputi analisis volume lalu linas, analisis kapasitas jalan dan hambatan samping, analisis kecepatan kendaraan Lalu ada analisis factor penyebab keberadaan terminal bayangan, dan dampak keberadaan terminal bayangan terhadap kinerja jalan. Dari hasil keseluruhan analisis dapat diketahui bahwa terminal bayangan merubah tingkat pelayanan jalan raya Sadang-Subang dari LOS C menjadi LOS D itu pun hanya terjadi pada segmen jalan 2. LOS D dikarenakan berkurangnya lebar jalan yang asalnya 13 meter pada segmen jalan 1 menjadi 8 meter pada segmen jalan 2 mengakibatkan sulitnya pengemudi memiliki keterbatasan dalam menjalankan kendaraanya